TEMAN SEJATI( Part 1)
Memulai Hari Yang Indah
Ocean Junior High School.Terlihat tulisan itu dari gerbang sekolah yang megah dan mewah seperti kerajaan.Dengan ditemani orang tuaku, aku melangkah untuk masuk ke sekolah itu dengan sangat gugup.Lalu, setelah sampai ruang kepala sekolah, orang tuaku memperkenalkan diriku kepada kepala sekolah.Sebut saja bapak Rahcmad Mulyadi.Kalau dilihat dari mukanya sih, kayaknya orangnya baik.Setelah orang tuaku pulang dan berpamitan kepadaku, bapak kepala sekolah mengantarkanku ke kelas yang pantas untukku.Ku lewati beberapa kelas.Tampak indah, besar dan megah.Tentu saja yang bersekolah disini pada kaya.
Sampailah aku di depan salah satu kelas. Kulihat nama kelas diatas pintu. Sevener Funiest Class.Nama yang lucu. Memang, disini nama kelasnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh murid yang belajar di kelas tersebut. “Good Morning student . . .” sapa bapak kepala sekolah kepada anak-anak di kelas tersebut. “ Good Moning Mr. “ jawab anak-anak dengan serempak. “Baiklah anak-anak.Kita disini menerima anak baru. Namanya Amira Rizky Salsabila. Kalian bisa panggil dia dengan nama Mira. Dia berasal dari SMP Bima Sakti. Kalian ajak dia main bersama ya.!Jangan sampai kalian menyendirikan dia. Oke anak-anak?”Penjelasan dari bapak kepala sekolah kepada anak-anak.“ Baik Mr. “. Setelah itu bapak kepala sekolah meninggalkan kelas.
“ Hai, Mira. Saya bu Suciawati Nur Ningsih.Panggil saja saya bu Suci.Saya disini mengajar pelajaran Biologi.Silakan duduk disebelah Nina. Di pojok kanan depan.” Ujar bu suci dengan mengarahkan aku ke tempat dudukku.“ Terima kasih bu” jawabku dengan senyum. Setelah aku duduk, Nina mengulurkan tangan ke aku dan mengucapkan “ Hai, Mira. Salam kenal. Namaku Asmirandah Ranina Putriana Lestari. Panggil saja aku Nina”.Aku menerima uluran tangannya dan menjawab “Hai, terima kasih.Salam kenal juga”.
TENG . . . TENG . . . TENG . . . Bel sekolah berbunyi. Kini saatnya istirahat. “Eh, istirahat yuk!” ajak Nina kepadaku. “Hhhmm, enggak deh.Aku di kelas aja.”Jawabku.“Lho, kenapa?Memangnya kamu ngak lapar?”Tanya Nina kepadaku lagi.“ Ngak papa kok. Aku kan udah bawa bekal dari rumah. Kalau kamu mau istirahat, istirahat ajadi kantin sambil makan-makan.Ngak papa kok aku disini” jawabku lagi.“ Bener nih gak papa? Ya udah.Aku ke kantin dulu.Dadah . . .” sambil melambai-lambaikan tangannya kepadaku.Dan aku menerima lambaian tangannya.
Sekarang, aku termenung sendiri di kelas yang megah dan mewah.Aku melihat anak-anak makan makanan yang lezat di gazebo.Memang enak sih makanan yang di jual di kantin itu, sambil refresing dari pelajaran yang kian menyulitkan.Tapi . . . Itu tidak mungkin aku beli.Harnganya aja mahal semua.Dan orang tuaku penghasilannya cukup untuk makan bersama dan membayar SPP sekolahku dan adikku, Rina.Bahkan pernah waktu itu, untuk membayar SPP sekolahku, orang tuaku rela mengurangi jatah makannya.Aku sedih sekali.Aku sangat berterima kasih kepada orang tuaku.Dan Alhamdulillah, sekarang aku belajar disekolah yang terkenal tanpa harus membayar. Itu bisa mengurangi beban orang tuaku dan bisa membayar SPP sekolah adikku tanpa meminjam dari tetangga.Hiisskk . . . Wajahku berurai air mata.Segeralah aku mengusapnya agar tidak dilihat oleh teman-temanku.Lalu aku mengambil kue dari tasku dan segera memakannya.
Tiba-tiba datanglah seorang anak.“Siapa dia?Ooohh,,ternyata Nina. Mau apakah dia kesini sambil membawa dua bungkus minuman yang tampaknya lezat?”aku bertanya-tanya dalam hati.“ Hai, Mira, Ini minuman untukmu” sambil menyerahkan minuman itu kepadaku. “Untukku?Terima kasih Nina.”Jawabku dengan senyuman.”Mengapa kamu mau membelikan ini untukku?Padahal kita kan belum terlalu dekat!”Tanyaku kepada Nina.“Memangnya gak boleh ya?Ya, aku ngelakuin ini supaya kita menjadi teman yang dekat.Selama ini, aku belum punya teman yang dekat. Kalau sama anak-anak sini, aku nganggapnya sebagai teman biasa. Tetapi, kalau sama 3 marker girl yaitu Alicia, Susan, dan Julian, aku gak menganggapnya sebagai temanku. Mengapa?Karena mereka tuh lebih mementinggkan kekayaan daripada teman.Jadi mereka tuh memilih teman yang kaya-kaya aja.Mereka ngak mau berteman dengan orang yang gak selevel dengannya.Maaf. Jangan dimasukkan di hati ya! Ya seperti kamu. Kamu kan masuk ke sekolah ini dengan beasiswa. Dan mereka menganggapnya bahwa kamu itu miskin ( dengan nada yang sangat rendah ). Maaf.Tapi aku gak menganggapmu begitu kok.Jadi, apakah kamu mau menjadi teman dekatku?”Tanya Nina setelah menjelaskan panjang lebar sesuatu yang baru yang aku belum ketahui.“Oke.Terima kasih kamu mau menganggapku sebagai teman dekatmu” ku terima tawaran itu dengan senyum.“ Your welcome” Jawab Nina. Dan hari ini aku sangat senang hari ini karena hari pertamaku masuk sekolah yang terkenal ini, aku sudah mendapatkan teman yang dekat sekaligus orangnya baik sekali.
TENG . . . TENG . . . TENG . . . Sekarang udah waktunya masuk kelas. Guruku juga sudah masuk ke kelasku.Dan mulai saat ini, aku memulai hari yang indah. TO BE CONTINUED
Tidak ada komentar: